Terinspirasi dari temanku, Farhan Makarim, aku pun mencoba untuk menuliskan perjalanan selama dua belas tahun pendidikan formalku.
Lagipula seperti
kata-kata Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan Indonesia, “Orang Boleh
Pandai Setinggi Langit. Tapi Selama Ia Tidak Menulis, Ia Akan Hilang di Dalam
Masyarakat dan dari Sejarah. MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN”.
Inilah Kisahku~
Tidak terasa telah selesai aku menjalani ujian nasional (UN) tingkat SMA,
walaupun penuh dengan skandal pembocoran soal. Tak lama lagi diriku akan
melanjutkan ke bangku yang lebih tinggi, apalagi kalau bukan kuliah. Dua belas
tahun pendidikan formal telah kulewati, dan tentu saja pahit manisnya
pertemanan selama itu takkan terlupakan olehku sampai kapanpun. Pendidikan
Sekolah Dasar yang kutempuh selama 5 tahun di homeschooling, SMP selama 2,5 tahun di sebuah pesantren dan 3 tahun
di bangku MAN, ahh.... semua lika-liku kehidupan pada saat-saat tersebut sangat
mengharukan bila diingat kembali.
